Pilih Laman
Jonathan Berbangga Ditunjuk Kembali Menjadi Pasukan Pengibar Bendera Upacara HUT RI

Jonathan Berbangga Ditunjuk Kembali Menjadi Pasukan Pengibar Bendera Upacara HUT RI


TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU – Kembali ditunjuk sebagai Pasukan Pengibar Bendera dalam upacara peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia ke-75 di Kabupaten Sekadau, Paskibraka angkatan 16 tahun 2019, Jose Jonathan Lie (18) mengaku berbangga diberi kepercayaan kedua kalinya, Selasa (11/8/2020).

Remaja lulusan SMAN 1 Sekadau Hilir yang biasa disapa Jose itu mengaku berbangga dan cukup terkejut saat kembali diberikan kepercayaan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Porapar Sekadau, sebagai bagian penting dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 di Kabupaten Sekadau.

Untuk persiapan, Jose menuturkan hanya diberi waktu satu minggu dengan masa karantina juga satu minggu.

Tentu dengan waktu yang singkat itu dirinya membutuhkan konsentrasi dan usaha yang lebih dibandingkan pada tahun sebelumnya.

“Untuk persiapannya bagi kami cukup mendadak sekali, biasanya karantina memerlukan waktu hingga 3 minggu dan ini hanya satu minggu, tetapi kami tetap bersemangat karena tidak semua orang mendapatkaan kesempatan seperti ini,” ungkapnya. 



Jelang Belajar Tatap Muka, 650 Guru dan Siswa di Sekadau Jalani Swab

Jelang Belajar Tatap Muka, 650 Guru dan Siswa di Sekadau Jalani Swab

Jelang pembelajaran tatap muka yang akan direncanakan pada tanggal 1 Agustus 2020, Dinas Kesehatan PP dan KB Kabupaten Sekadau melaksanakan swab test untuk guru, pegawai sekolah dan para siswa di Sekadau.

Kepala Dinas Kesehatan PP dan KB Kabupaten Sekadau, Henry Alpius mengatakan pihaknya sudah melakukan swab test di SMAN 1 Sekadau dan SMPN 1 Sekadau kepada 650 guru dan rapid test para siswa maupun siswi.

“Swab dan rapid test untuk menjamin wacana membuka sekolah bagi guru dan tenaga pendukung serta siswa di sekolah, ujar Henry Alpius, saat pelaksanaan swab test di SMA Negeri 1 Sekadau, Selasa (28/7/2020)

Menurutnya Swab dilakukan bekerjasama dengan Puskesmas Sekadau Hilir yang dimulai pada senin (27/7/2020) di SMPN 1 Sekadau dan hari ini dilanjutkan di SMA Negeri 1 Sekadau. Kegiatan juga dimaksudkan dalam rangka menjaga Kabupaten Sekadau dalam zona hijau atau nihil kasus Covid-19.

“Kita sudah satu bulan lebih melaksanakan tracing dan kontak kasus, ternyata tidak ada ditemukan kasus baru, ini yang perlu kita pertahankan, katanya.

Henry menambahkan, pihaknya berencana mengadakan pelatihan dalam rangka sekolah menerapkan protokol kesehatan ketika aktivitas belajar mengajar sudah dimulai. Namun menurutnya wacana ini masih menunggu keputusan dari Gubernur Kalbar Sutarmidji.

SMA Negeri 1 Sekadau Siap Terapkan Protokol Kesehatan Jelang Sekolah Tatap Muka

SMA Negeri 1 Sekadau Siap Terapkan Protokol Kesehatan Jelang Sekolah Tatap Muka

Berbagai persiapan dilakukan menjelang sekolah tatap muka yang rencananya akan dimulai 1 Agustus 2020. Di antara persiapan tersebut, yakni guru hingga siswa diswab dan menjalani rapid test.

Kepala SMA Negeri 1 Sekadau, Yohanes Adi Suhadi mengatakan, persiapan yang dilakukan pihak sekolah menjelang sekolah tatap muka tetap berdasarkan protokol kesehatan. Pihak sekolah menyiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer, sabun cuci tangan hingga alat pengukur suhu tubuh. “Tempat cuci tangan sudah ada kita siapkan 6 tempat. Sebelum memasuki lingkungan sekolah, siswa diperiksa suhu tubuhnya. Ada 2 alatnya sudah kita siapkan,” kata Adi, sapaan Yohanes Adi Suhadi ditemui di sela-sela pelaksanaan swab test di SMA Negeri 1 Sekadau, Selasa (28/7).

Ia menambahkan, di gerbang sekolah siswa terlebih dahulu diperiksa suhu tubuhnya. Jika, suhu tubuhnya normal siswa baru diperkenankan masuk ke lingkungan sekolah dan mencuci tangan.”Tapi kalau memang tidak (diizinkan sekolah tatap muka) kita tetap belajar daring dari rumah seperti biasa. Ini kan hanya sampel kelas XII saja yang menjalani rapid test. Sementara kelas X dan XII belum (di-rapid test), masih tetap belajar daring,” jelas Adi.

Polres Sekadau Gelar Sosialisasi Narkoba di SMAN 1 Sekadau

Polres Sekadau Gelar Sosialisasi Narkoba di SMAN 1 Sekadau

Program Polres Sekadau peduli pendidikan salah satunya diimplementasikan dengan melaksanakan sosialisasi atau penyuluhan ke berbagai jenjang sekolah di kabupaten Sekadau. 

Jum’at (14/9/2018) pukul 07.00 tadi pagi, Wakapolres Sekadau Kompol Onisimus Umbu Sairo, S.IK melaksanakan sosialisasi di SMAN 1 Sekadau yang diikuti ratusan siswa siswi kelas X, XI, dan XII.

Sosialisasi kali ini Kompol Umbu menyampaikan pesan-pesan penting kepada para pelajar mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan tentang ketertiban sekolah. 

Hal ini dilaksanakan merujuk pada fakta penyebaran narkoba di kalangan remaja yang sangat pesat.

Jenis-jenis narkoba, dampak dan sanksi hukumnya dijabarkan oleh Wakapolres agar para siswa yang merupakan generasi penerus bangsa tidak terjerumus dalam lingkaran narkoba. 

“Oleh sebab itu, upaya memberantas dan meminimalisir penggunaan narkoba sudah menjadi kewajiban semua kalangan, dan bagi para pelajar, hindari Narkoba dengan memfokuskan diri pada pendidikan serta bimbingan terkait masalah moral dan agama,” seru Wakapolres kepada para siswa.

Wakapolres juga menginformasikan bagi seluruh siswa siswi SMAN 1 Sekadau bahwa Polres Sekadau telah membuka Fighting Club olahraga beladiri, Muang Thai dan Wushu, yang dibuka untuk umum di Penanjung Island.

SMA Negeri 1 Sekadau Jadi Sekolah Rujukan Tahun Ketiga

SMA Negeri 1 Sekadau Jadi Sekolah Rujukan Tahun Ketiga

Kepala SMA Negeri 1 Sekadau, Yohanes Adi Suhadi menuturkan, in house training(IHT) digelar selama tiga itu dibuka secara resmi, Senin (3/8). IHT merupakan program dari sekolah rujukan

SMA Negeri 1 Sekadau kembali dipercaya menjadi sekolah rujukan. Penujukan tersebut menjadi tahun ketiga bagi SMA Negeri 1 Sekadau menjadi sekolah rujukan dari Kabupaten Sekadau.

“Setelah pembukaan langsung dilanjutkan materi oleh LPMP. IHT juga diikuti guru induk klaster dan guru-guru dari sekolah imbas, seperti SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMA Karya Sekadau dan SMA 5,” ujarnya disela-sela IHT.

Paparan materi disampaikan lembaga penjaminan mutu pendidikan (LPMP) dan konsultan pendidikan Kabupaten Sekadau. Sedangkan itu, paparan tersebut diantaranya, pengembangan penilaian berbasis TIK (E-raport), penyusunan naskah aplikasi (E-modul) dan lain sebagainya.

Adi mengungkapkan, tahun ini merupakan tahun ketiga SMA Negeri 1 Sekadau menjadi sekolah rujukan. Penunjukan sekolah rujukan tersebut ditentukan langsung oleh pemerintah pusat.

Perlunya kerjasama yag baik antara sekolah rujukan dan anggota klaster. Sehingga, bisa mempersiapkan lembaga pendidikan dengan sumber daya manusia (SDM) yang baik. Dengan begitu sekolah rujukan benar-benar berjalan efektif.

“Harapannya supaya ada kesamarataan dengan sekolah imbas. Sekolah rujukan dengan sekolah imbas artinya ada kesamarataan,” pungkasnya.(red)

sumber : equator.co.id