Jelang Belajar Tatap Muka, 650 Guru dan Siswa di Sekadau Jalani Swab

Jelang Belajar Tatap Muka, 650 Guru dan Siswa di Sekadau Jalani Swab

Jelang pembelajaran tatap muka yang akan direncanakan pada tanggal 1 Agustus 2020, Dinas Kesehatan PP dan KB Kabupaten Sekadau melaksanakan swab test untuk guru, pegawai sekolah dan para siswa di Sekadau.

Kepala Dinas Kesehatan PP dan KB Kabupaten Sekadau, Henry Alpius mengatakan pihaknya sudah melakukan swab test di SMAN 1 Sekadau dan SMPN 1 Sekadau kepada 650 guru dan rapid test para siswa maupun siswi.

“Swab dan rapid test untuk menjamin wacana membuka sekolah bagi guru dan tenaga pendukung serta siswa di sekolah, ujar Henry Alpius, saat pelaksanaan swab test di SMA Negeri 1 Sekadau, Selasa (28/7/2020)

Menurutnya Swab dilakukan bekerjasama dengan Puskesmas Sekadau Hilir yang dimulai pada senin (27/7/2020) di SMPN 1 Sekadau dan hari ini dilanjutkan di SMA Negeri 1 Sekadau. Kegiatan juga dimaksudkan dalam rangka menjaga Kabupaten Sekadau dalam zona hijau atau nihil kasus Covid-19.

“Kita sudah satu bulan lebih melaksanakan tracing dan kontak kasus, ternyata tidak ada ditemukan kasus baru, ini yang perlu kita pertahankan, katanya.

Henry menambahkan, pihaknya berencana mengadakan pelatihan dalam rangka sekolah menerapkan protokol kesehatan ketika aktivitas belajar mengajar sudah dimulai. Namun menurutnya wacana ini masih menunggu keputusan dari Gubernur Kalbar Sutarmidji.

SMA Negeri 1 Sekadau Siap Terapkan Protokol Kesehatan Jelang Sekolah Tatap Muka

SMA Negeri 1 Sekadau Siap Terapkan Protokol Kesehatan Jelang Sekolah Tatap Muka

Berbagai persiapan dilakukan menjelang sekolah tatap muka yang rencananya akan dimulai 1 Agustus 2020. Di antara persiapan tersebut, yakni guru hingga siswa diswab dan menjalani rapid test.

Kepala SMA Negeri 1 Sekadau, Yohanes Adi Suhadi mengatakan, persiapan yang dilakukan pihak sekolah menjelang sekolah tatap muka tetap berdasarkan protokol kesehatan. Pihak sekolah menyiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer, sabun cuci tangan hingga alat pengukur suhu tubuh. “Tempat cuci tangan sudah ada kita siapkan 6 tempat. Sebelum memasuki lingkungan sekolah, siswa diperiksa suhu tubuhnya. Ada 2 alatnya sudah kita siapkan,” kata Adi, sapaan Yohanes Adi Suhadi ditemui di sela-sela pelaksanaan swab test di SMA Negeri 1 Sekadau, Selasa (28/7).

Ia menambahkan, di gerbang sekolah siswa terlebih dahulu diperiksa suhu tubuhnya. Jika, suhu tubuhnya normal siswa baru diperkenankan masuk ke lingkungan sekolah dan mencuci tangan.”Tapi kalau memang tidak (diizinkan sekolah tatap muka) kita tetap belajar daring dari rumah seperti biasa. Ini kan hanya sampel kelas XII saja yang menjalani rapid test. Sementara kelas X dan XII belum (di-rapid test), masih tetap belajar daring,” jelas Adi.