Kepala SMA Negeri 1 Sekadau, Yohanes Adi Suhadi menuturkan, in house training(IHT) digelar selama tiga itu dibuka secara resmi, Senin (3/8). IHT merupakan program dari sekolah rujukan

SMA Negeri 1 Sekadau kembali dipercaya menjadi sekolah rujukan. Penujukan tersebut menjadi tahun ketiga bagi SMA Negeri 1 Sekadau menjadi sekolah rujukan dari Kabupaten Sekadau.

“Setelah pembukaan langsung dilanjutkan materi oleh LPMP. IHT juga diikuti guru induk klaster dan guru-guru dari sekolah imbas, seperti SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMA Karya Sekadau dan SMA 5,” ujarnya disela-sela IHT.

Paparan materi disampaikan lembaga penjaminan mutu pendidikan (LPMP) dan konsultan pendidikan Kabupaten Sekadau. Sedangkan itu, paparan tersebut diantaranya, pengembangan penilaian berbasis TIK (E-raport), penyusunan naskah aplikasi (E-modul) dan lain sebagainya.

Adi mengungkapkan, tahun ini merupakan tahun ketiga SMA Negeri 1 Sekadau menjadi sekolah rujukan. Penunjukan sekolah rujukan tersebut ditentukan langsung oleh pemerintah pusat.

Perlunya kerjasama yag baik antara sekolah rujukan dan anggota klaster. Sehingga, bisa mempersiapkan lembaga pendidikan dengan sumber daya manusia (SDM) yang baik. Dengan begitu sekolah rujukan benar-benar berjalan efektif.

“Harapannya supaya ada kesamarataan dengan sekolah imbas. Sekolah rujukan dengan sekolah imbas artinya ada kesamarataan,” pungkasnya.(red)

sumber : equator.co.id